Kamis, 11 November 2010

Mozaik Selanjutnya, NEGERI ANTAH BERANTAH

Saya pernah mengunjungi satu tempat, namanya negeri Antah Berantah. Di negeri ini, saya sangat senang bisa mengenal teman-teman yang sangat banyak sari berbagai daerah di Antah Berantah. Tempat tinggal perwakilan setiap provinsi di Antah Berantah. Ada dari daerah Macan, Anoa, Badak, Cendrawasih, Ular, dan berbagai macam daerah di negeri itu.


Teman-teman saya itu dengan berbagai karakter dan sifat, sangat mampu membuat saya banyak belajar tentang keberagaman di Antah Berantah. Oia, postingan ini tidak ada hubungannya dengan postingan sebelumnya yah, jadi teman-teman pembaca sekalian jangan menghubung-hubungkan yah, karena memang tidak berhubungan.

Teman-teman di negeri itu sangat beragam. Saya akan mencoba mendeskripsikannya satu persatu. TEMAN-TEMAN INI NEGERI, BUKAN TEMPAT LAIN. Ada satu teman saya namanya Arfan, dia itu orangnya super cuek, sangat tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Apapun yang terjadi. Yang berhubungan dengan dirinya saja tidak perduli, apalagi kalau tidak berhubungan. Pokoknya sangat cuek. Ada pernah satu kejadian ketika ada acara tertentu. Dia itu sama sekali tidak mau ikut dengan kita semua. Saya dan teman-teman akan jalan keluar. Pas kita semua lagi di jalan. Dia tidur, dan saat itu ada gempa. Dia sendiri tahu kalau itu ada gempa, namun dia itu sangat tidak peduli. Karena dia selalu memakai logika yang sangat sempit menurut saya, dan suka debat apapun itu. Dia bilang, kan gempanya g kencang kan, jadi ngapain harus lari... cukup masuk akal dia. Namun tidak untuk saya.

Ada lagi teman saya namanya Raden. Raden ini kadang-kadang bijak dan kadang juga sangat gokil dengan berbagai macam kegokilan-kegokilannya. Dia itu suka sekali mengganggu orang sholat, namun belakanga ini sudah agak menurun frekuensinya. Kadang-kadang saja. Beberapa bulan yang lalu Raden itu membuat babi-babian dengan menggunakan sarung. Dan melintas di depan kita yang lagi sholat. Kadang-kadang dia juga bicara seperti upin ipin, yang sangat khas. Sangat mengganggu. Namun, jika bijak, dia itu menjadi tempat saya berkonsultasi kalau masalah hati. Di negeri ini, saya terkenal teman-teman tidak mau dulu pacaran. Tetapi beberapa orang pernah memberikan indikasi itu. Dan salah satunya diketahui oleh Raden. Dia memberi saya nasehat yang sangat sesuai dengan hati saya. Memang dilemaberada dalam situasi pengujian iman seperti itu.

Kalau teman saya yang satu ini namanya Cikal. Cikal ini sangat jauh dari berpikir bijak. Kalau pesimis dia jagonya. Dia sangat jarang untuk membesarkan hati orang-orang yang sedang kena masalah. Sangat bergantung dengan pengalaman pahit yang mungkin selalu dia alami. Ketika ada saja yang melempar issue tentang sesuatu, maka jangan harap komentar dia akan memberikan dukungan terhadap issue itu. Misalnya saja, akan ada satu perubahan kebijakan yang akan dilakukan oleh sebuah institusi tertentu. Nah, maka jangan heran dia langsung menghubungkan dengan sesuatu yang sangat berbeda dengan hal itu, dan dia menghubungkannya. Tapi mau gimana lagi. Kalau dibantah, debat tak berujung jadinya.

Beda lagi dengan Adrian. Adrian ini sangat dewasa. Mampu memberika motivasi yang sangat positif dan optimis terhadap masalah apapun. Misalnya saja, suatu ketika, teman saya Muhtar sedang kesulitan tentang keuangan. Dia ada saja menyarankan Muhtar untuk berjualan pulsa, menerima jasa translate yang memang keahlian Muhtar dalam berbahasa Inggris. Menurut saya sangat solutif. Satu lagi, gaya pacaran di juga sudah lumayan dewasa, sudah ada orientasi ke pelaminan. Meskipun kerap kali dia ngobrol dengan saya bahwa memang ada beberapa hambatan dalam hal ini, salah satunya pekerjaan. Selain itu semuanya lancar.

Teman saya yang satu ini sangat periang dan bisa saja membuat kita tersenyum, namanya Abu. Abu ini sangat suka mengejek. Jika ada sesuatu hal yang menjadi kekurangan orang lain, maka tunggulah hal itu akan menjadi bahan pembicaraan dia sampai beberapa bulan ke depan. Dan meskipun sudah dilarang sangat tidak peduli. Dia juga sangat mampu membawa kami semua ke dalam masa pergaulan masa kini dengan berbagai macam topik pembicaraan yang dibawa dari luar negeri.

Ada satu sosok yang agamis. Namanya Aldo. Aldo ini orangnya agamis, pintar, lumayan ganteng pastinya banyak digandrungi wanita, namun seperti saya, belum saatnya pacaran. Aldo ini sangat tertutup, namun saya bisa saja selalu memancing dia untuk mengungkapkan apa yang sedang membuat dia berbunga. Dengan ini maka ada sangat banyak rahasia yang saya pegang. Sungguh menyenangkan. Dia juga sangat lembut dan perasa. Jadi jangan sekali-kali memberikan kata-kata yang tidak mengenakkan, karena akan bisa membuat masalah dengan dia. Tapi sifat memaafkannya yang sangat besar melunturkan kesalahan semua orang. Satu lagi suaranya kecil sekali.

Berikutnya itu si jago tidur. Wahid namanya. Wahid ini orangnya sangat kaya, apapun ada. Namun sayangnya pengorganisasian keuangannya yang kurang tepat. Saya sangat menyayangkan melihat bagaimana di menghamburkan uangnya dengan berbagai macam hal-hal yang menurut saya tersier banget. Dia selalu tidur jam 3-an subuh, dan selalu memutar musik dengan volume yang cukup untuk membangunkan bangkai buaya muara. Pembahasan selanjutnya saya akan menceritakan tentang buaya muara. Makanya dia selalu bangun jam 12 siang ke atas. Makanya tidak jarang dia ketinggalan aktiviatasnya yang menjadi tujuan utama datang ke negeri Antah Berantah.

Yang terakhir ini namanya Muhtar. Dia itu sebanrnya anak yang pintar, namun sayangnya dia itu sangat mudah terpengaruh pada keadaan lingkungannya. Ajaran apapun yang hinggap pada dia, pasti selalu dipertimbangkan dengan sangat matan. Dan tidak jarang, selalu ikut ajaran itu. Sangat miris, dan tindakannya bodoh sekali. Orangnya egois dengan mau diikuti sega kemauannya namun tidak jarang kalau idenya ini cukup mensejahterahkan teman-teman yang lainnya. Dia disiplin namun tidak bisa menjadi leader, bisanya hanya menjadi manager untuk watu tertentu. Namun, sebenarnya dia sendiri berjiwa leader. Tak mampu surut. Namun jika ada orang yang merendahkannya maka itu akan menjadi satu-satunya alasan untuk tidak melanjutkan usaha dan espektasinya yang sudah digarapnya selama ini.

Itu adalah beberapa profil positif dan negatif, warga negeri Antah Berantah yang saya kenal. Dan saya akan berusaha untuk mengenal berbagai macam karakter lagi. Oia, saya itu memberikan penilaian juga lho pada diri saya, namun itu pakai nama samaran. Ok

Mudah-mudahan ini akan menjadi titik acuan bagia sahabat-sahaabat saya itu unut menjadi dan merubah keberagaman itu. Namun, saya sadari, jika salah seorang dari mereka tidak berada di samping saya, maka negeri ini berasa tidak lengkap. Sepertinya saya sudah terinstitusi dengan keadaan di Negeri ini.

Sekian^^

11 komentar:

Hitech mengatakan...

hal yang bisa disimpulkan, ternyata keberagaman membuat kita kuat dan merasa ada yang kurang jika salah-satu dari yang berbveda itu tidak ada. Dalam dan padat...Nice article..

Kunjungan perdana and warm regard from Hitech

Ferdys mengatakan...

tata bahasa nya sudah lumayan bagus brader. jd pengen baca artikel kau yang diketik offline.
pasti sering nulis kan ya????
pasti punya buku semacem agenda harian???
pasti punya mapping life...
hehehehe jd sotoy gini gw.
coz kawan2 gw yg kayak gini biasanya punya semua yg gw sebutin di atas.

Muhni mengatakan...

hitech: keberagaman itu indah sobat... bisa jadi kita semua merasaka iu disekitar kita...
makasih kunjungannya

ferdys: wah...wah.. kalo gitu kopdar aja yuk di bandung...

kisah abu nawas mengatakan...

banyak positif dan negatifnya sob.
enak dibacanya sob

Ferdys mengatakan...

nah lo..... gw lagi bokek bulan bulan ini, kantor juga lg sepi, biasa akhir tahun, jadwal audit padetnya awal tahun. ntar kalo habis ada proyek gede, gw maen-maen ke bandung. ada kawan juga si disana, di unpad.

Muhni mengatakan...

kisah abu nawas: makasih sob

Ferdys: ya udah gw tungguin, awal tahun nih yah...

oia, sampe akhir januari saya ada di makassar, awal februari saya baru kuliah lagi...

Ferdys mengatakan...

wih... terbang ke makasar.....

Awaluddin Jamal mengatakan...

entahlah ini hanya kebetulan atau apa namanya..,

tapi beberapa tokoh yang Muhni ceritakan di atas, persis dengan beberapa orang yang saya kenal, seperti tokoh Raden dan Adrian..,

tapi yang jelas saya tidak tinggal di dunia antah berantah.. :D

mungkin hanya kebetulan saja.., ha ha ha

Muhni mengatakan...

ferdys: anak makassar nih bro...

awaluddin jamal: kebetulan saja sepertinya hahahhaha

Ferdys mengatakan...

wedew... jauh sangat....

Ferdys mengatakan...

o iy... dirimu blum follow blog gw kawan.

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berkunjung Ke Blog Saya

"Magical Template" designed by Blogger Buster