Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Oktober 2010

Dapat Rejeki Langsung dari ALLAH

Kemarin itu tanggal 6 Oktober 2010, saya ada kuliah Komunikasi dan Relasi. Dan ternyata setelah menunggu sekian lama saya itu sudah bosan dan akhirnya turun ke depan Laboratorium Komputer dari ruang MPM. Di Koridor bawah sambil online, saya di tawari makan moci sama teman saya, dan saya pun makan dengan lahapnya. Sangat nikmat untuk saat-saat panas jam 14.30-an...

Nikmat Sekali...
Saya makan dengan lahap, dan selepas itu saya langsung Online kembali dan saya teringat bahwa saya sedang puasa nih.
Alhamdulillah, ternyata Allah sangat menyayangi saya dan memberikan bonus dalam puasa Syawal ini.

Ini dia gambar tempat moci di tempat sampah

Selengkapnya...

Sabtu, 18 September 2010

Sejarahmu, Sejarahnya



Tadi malam saya sangat tersentuh dengan sebuah tulisan yang bisa membuat orang lain juga tahun tentang sesuatu yang baru, tersembunyi dan disembunyikan, bisa saja saya menyebut itu sejarah. Ada banyak hal yang bisa saya ketahui dari sejarah, salah satunya kebenaran. Sejarah adalah Ilmu Pengetahuan Ilmu, Ilmu Pengetahuan adalah kebenaran. Jadi kita patut belajar sejarah. Ketika seseorang sudah tidak mengenal sejarahnya maka dia akan menjadi orang asing di negerinya sendiri. Sejarah yang ada di Indonesia, yang beredar, diedarkan dan diijikan beredar hanya tulisan dari orang-orang tertentu yang belum tentu benar—bisa benar dan bisa saja salah. Pelaku sejarah yang masih hidup pun masih bisa berbohong—kalau merupakan seorang penghianat—wallahu ‘alam bissawwab.

Sejarah yang kita baca dan yang kita pelajari selama ini selama 4 tahun di SD (terhitung belajar IPS kelas 2 sampai kelas 6), SMP selama 3 tahun, dan SMA selama 3 tahun pada jurusan IPS dan 1 tahun pada jurusan IPA. Kurang lebih 8 tahun kita belajar sejarah—yang belum tentu benar—sehingga pandangan awal kita tentang sejarah negara Indonesia ini juga pasti akan bingung dan belum bisa menjawab dengan yakin, apa yang sebenarnya terjadi pada masa lalu, dan belum yakin dalam menentukan kebenaran sejati itu. Untuk mereka yang melanjutkan untuk mempelajari sejarah lebih jauh dan lebih dalam, maka mungkin saja mereka menemukan sesuatu yang baru yang sudah dipoles oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ini adalah sebuah pandangan saya, bisa saya benar, bisa juga salah, bukan apa-apa.
Dalam artikel yang saya baca itu di situs ini, pemikiran saya berkembang menjadi sebuah dugaan yang patut untuk ditanyakan—bukan dipertanyakan—kepada orang-orang yang lebih ahli dan lebih bisa dari kita. Melalui tulisan saya ini, kalau ada yang punya pendapat yang bisa membantu saya dalam melihat lebih jauh lagi dan meyakinkan saya tentang sejarah—yang benar dan yang salah—dalam betuk pertimbangan-pertimbangan yang logis tentunya. Dan sekarang tidak sedikit bangsa Indonesia yang mampu berpikir logis—masih dalam koridor berpikir logis.
Sebaiknya menurut saya, kita itu belajar sesuatu yang sebenarnya pastis saja, dan bagi orang-orang yang suka memanipulasi sejarah tolonglah untuk menghentikan, dan luruskan segala macam jenis tulisan yang bisa membuat kita semua bingung dalam hal sejarah. Sejarah itu penting, sehingga jika ada sesuatu yang tidak sesuai antara satu tulisan yang satu dengan yang lainnyam, maka akan menimbulkan sesuatu yang menyesatkan. Kita harus belajar dari sejarah. Sejarah yang bisa membawa kita ke masa depan yang lebih baik dan melakukan perubahan sesuai dengan sejarah, agar kesalah itu tidak berulang kembali.

Selengkapnya...

Jumat, 10 September 2010

Di Hari Lebaranku 1431 H




Tahun ini 1431 H, pada bulan Ramadhan sya sepertinya tidak terlalu merasakan efek berpuasa, karena mungkin ada banyak teman-teman di asrama yang setiap hari menghibur dan melaksanakan aktivitas yang sangat variatif dengan berbagai karakter. Begitulah kehidupan di asrama, semuanya berwarna-menurut saya juga tergantung orangnya yang bisa memberi warna pada setiap kehidupannya.
Lebaran sebuah kata yang sangat identik dengan MUDIK, yang menurut saya itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang beruntung. Namun bukan berarti yang tidak mudik itu tidak beruntung, karena dalam konteksnya yang berbeda dan tentunya bisa melihat hal itu dari sisi lain. Seperti saya, yang tahun ini tidak mudik ke Makassar dan tetap lebaran di Dago-Bandung-.


Sebuah kata yang sangat kunantikan dari orang-orang terdekatku yang amat kucintai-Insya Allah karena Allah-yang bisa membuat aku tersenyum-walaupun dalam ekspresi yang meneteskan air mata-dan membuat saya sangat bahagia-mudah-mudahan bahagia lahir batin. Inii yang saya tunjukkan pada hari nan fitri ini. Sungguh mengharukan rasanya ketika saya mengatakan kepada ibuku "pammopporanga", sebuah kata yang sangat sakral bagiku-yang selalu kukatakan setiap kali saya melakukan kesalahan-termasuk di hari yang berbahagia ini.
tanpa opor ayam buatan ibuku-ayam olahan lain ada sich-yang selalu membangkitkan selera makanku. Pulang lebaran, Tak ada kata halal bil halal dulu, pokoknya abis lebaran, salam kanan kiri, pulang minta maaf ke ibu bapak, dan saudara, langsung nyantap hidangan lebaran, namun kali ini tak eperti itu, sunggu beda lebaran di kampung orang dengan lebaran di kampung halaman. To be continue...
Selengkapnya...

Senin, 19 April 2010

Ketika Nabi Muhammad Datang Berkunjung



Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu,
Untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu,
Tanpa kabar apa-apa sebelumnya,
Apakah yang akan kamu lakukan untuknya?

Akankah kau sembunyikan buku duniamu,
Lalu kau keluarkan dengan cepat kitab hadist di rak buku?
Atau akankah kau sembunyikan majalah-majalahmu,
Dan kau hiasi mejamu dengan Qur'an yang telah berdebu?
Akankah kau masih melihat film X di TV,
Atau dengan cepat kau matikan sebelum dilihat nabi?
Maukah kau mengajak Nabi berkunjung ke tempat yang biasa kau datangi,
Ataukah dengan cepat rencanamu kau ganti?
Akankah kau bahagia jika Nabi memperpanjang kunjungannya,
Atau kau malah tersiksa karena banyak yang harus kau sembunyikan darinya?

Jika Nabi Muhammad tiba-tiba ingin menyaksikan,
Akankah kau tetap mengerjakan pekerjaan yang sehari-hari biasa kau lakukan?
Akankah kau berkata-kata seperti apa yang sehari-hari kau katakan?
Akankah kau jalankan sewajarnya hidupmu seperti halnya jika Nabi tidak ke rumahmu?

Sangatlah menarik untuk tahu
Apa yang akan kau lakukan
Jika Nabi Muhammad datang, mengetuk pintu rumahmu.

Sekian
Selengkapnya...

Terima Kasih Telah Berkunjung Ke Blog Saya

"Magical Template" designed by Blogger Buster