Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2011

Cara Bijak Menghukum Anak

Tulisanku kali ini saya mengutip dari sebuah artikel yang dulunya pernah saya tempel di mading sekolah. Saya membuka-buka berkas lama, kertas-kertas tua yang saya simpan, dan ternyata sekarang saya semangat lagi untuk mempostingnya disini.

Judulnya cara bijak menghukum anak. Banyak orang tua cenderung menerapkan hukuman saat anaknya nakal atau berbuat salah. Padahal, hukuman yang tidak tepat bisa sangat merugikan anak.



http://www.ahliwasir.com/news/754/Cara-Paling-Efektif-Menghukum-Anak


Sebenarnya, punishment bukan cara yang paling baik dalam mendidik anak. Yang paling baik, anak diajak bicara dan dibuat mengerti. Bila dari awal hal ini dilakukan, maka tak perlu ada hukuman. Dengan kata-kata saja, anak bisa sadar kalau dirinya salah. Bahkan pada anak-anak yang sejak awal selalu diberi penjelasan yang cukup, ia pun akan gampang diajak bicara, maka sampai besar pun kalau ia membuat kesalahan akan mengaku sendiri tanpa orang tuanya perlu memberi hukuman.

Umumnya ada dua alasan orang tua menghukum anaknya: Pertama, orang tua punya target atau standar tingkah laku untuk anaknya, tetapi standar itu tidak dilakukan oleh anaknya. Kedua, ada tingkah laku tertentu yang biasa dilakukan oleh anak yang ingin dihentikan oleh orang tuanya. Bisa jadi, tingkah laku itu baik, tetapi karena berlebihan, jadi harus dihentikan. Selain itu, tak jarang pula, orang tua menghukum anaknya lantaran tak punya alternatif lain untuk menghentikan tingkah laku anak. Ini namanya orang tua yang tidak kreatif.

Tujuan Menghukum Anak
Sebetulnya ada tiga tujuan yang harus dipahami orang tua ketika menghukum anak.

1. Penegakan Aturan
Anak harus tahu bahwa setiap rumah tangga memiliki aturan yang wajib dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga, termasuk dirinya. Mereka yang melanggar aturan tersebut tentunya patut dihukum.

2. Pendidikan
Artinya hukuman yang diberikan bukan semata-mata bertujuan menghakimi si pelanggar aturan, melainkan juga menyampaikan misi pendidikan, mengenalkan mana yang salah dan mana yang benar pada anak.

3. Motivasi
Setiap hukuman harus disertai penjelasan bahwa tindakan anak yang salah harus diperbaiki dan tidak boleh diulangi lagi dikemudian hari.

Rambu-Rambu Menghukum
Nah, agar hukuman yang diberikan berjalan efektif, tidak kelewatan ringan maupun kelewat batas, maka harus diperhatikan rambu-rambunya.

Sesuai Kadar Kesalahan
Andai kesalahannya tergolong ringan, semisal lupa mencuci tangan saat mengambil makanan. Maka contoh hukuman yang baik adalah dengan tidak mengizinkan menyentuh makanan sebelum mencuci tangan. Sebaliknya bila kesalahan tergolong berat, misalnya merokok, maka hukumannya perlu diperberat, misalnya dengan tidak memberinya uang jajan.

Harus Cukup Signifikan
Artinya, perbuatan yang dilakukan anak dan konsekuensi yang diterimanya harus seimbang. Jadi anak bisa melihat langsung dampak perbuatannya dengan hukuman yang ia terima, sehingga hukuman pun menjadi efektif. Misalnya, si kecil terlalu lama menonton TV, lalu dihukum masuk kamar. Hukuman ini tak akan berpengaruh secara psikologis, dibanding jika orang tua menghukum anak tak boleh nonton TV selama seminggu. Ia melihat bahwa konsekuensi dari perbuatannya berdampak tak mengenakkan baginya.

Harus Konsisten
Kalau suatu saat kita menerapkan aturan, "Kamu tidak boleh nonton TV sebelum mengerjakan PR", maka penegasan tersebut harus berlaku dalam kondisi apapun.

Jangan Berlebihan
Hukuman yang diberikan secara berlebihan hanya akan membuat anak merasa disakiti, sementara ia sama sekali tidak mendapat pelajaran apapun dari kesalahan yang telah dilakukannya. Bukan cuma itu, anak pun akan merasa diperlakukan tidak adil sehingga memupuk keinginan untuk memberontak. Dengan kata lain, tujuan dengan adanya perubahan perilaku yang diharapkan dengan pemberian hukuman tersebut tidak tercapai.

Tidak Bersifat Fisik yang Menyakiti
Menyakiti fisik bukan cara yang tepat untuk memberikan motivasi dan penghargaan. Contohnya, dengan mengurungnya dalam kamar mandi. Hukuman seperti itu sama sekali tidak akan membuat anak jera dan menghentikan aktivitas negatifnya. Ia hanya akan bertanya-tanya, kenapa saya diperlakukan seperti ini? Apakah merokok itu salah? Bagaimana jika ayah dan ibunya juga perokok? Ujung-ujungnya, motivasi anak untuk meninggalkan perbuatannya sulit diharapkan.

Tidak Mempermalukan Anak Di Depan Umum
Kerap terjadi, ketika menghukum anaknya, orang tua kerap lupa memperhatikan lingkungan sekitar atau justru menghukumnya dengan cara memperlihatkannya di depan umum. Akibatnya muncul masalah baru yakni perasaan rendah diri pada anak. Sementara masalah yang membuat anak dihukum malah tidak terselesaikan.

Tidak Menyerang Pribadi Anak
Hukuman harus diberikan secara fokus pada kesalahan yang telah diperbuatnyaagar bisa diperbaiki jangan menyerang atau menghakimi dirinya secara pribadi, misalnya menyebut anak dengan kata-kata seperti pemalas, nakal, tidak bisa diatur, jorok, jelek, penyakitan atau kata-kata sejenisnya.

Bersifat Konstruktif
Hukuman harus mampu membuat anak lebih peka dan terbangkitkan hati nuraninya. Konkretnya, anak akan menjadi paham mana tindakan yang salah dan perlu dihukum, mana pula yang tidak. Dengan begitu, anak bisa menghindari kesalahan yang pernah dilakukannya dengan mengontrol sendiri perilakunya.

Bisa Dikomunikasikan
Sampaikan pada anak apa kira-kira bentuk hukuman yang akan diterimanya jika melakukan kesalahan tertentu. Saata atau setelah menghukum anak oun kita harus mengkomunikasikan kenapa dia dihukum. Penjelasan semacam ini sangat dibutuhkan, sehingga anak tahu persis alasan kenapa dia dihukum.

Beberapa cara-cara di atas mudah-mudahan bisa menyadarkan dan meberikan hidayah kepada para orang tua yang masih sering menghukum anaknya dengan cara yang tidak bijak.
Salam Semangat dari Kaluku Lolo

Selengkapnya...

Kamis, 28 Oktober 2010

STKS Bandung itu Apa Sich?

Saya menuliskan dan mengetik Informasi ini spesial untuk teman-teman semua. Di hari yang bersejaran ini, saya mengetik kembali dari hand out yang diberikan kepada saya saat sosialisasi di Aula lantai tiga STKS Bandung demi teman-teman semua. Demi Jayanya Pemuda-pemudi Tanah Air Indonesia. Seminar Sosialisasi itu dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2010 pukul 09.00. Berikut petikannya.

Verikut ini Pengumuman waktu kita disuruh ngumpul...


A. PENDAHULUAN
Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Kedinasan di bawah Kementrian Sosial RI yang menyelenggarakan program pendidikan Diploma IV Pekerjaan Sosial. STKS berdiri sejak tahun 1964 sebagai peningkatan dari Kursus Kejuruan Sosial Tingkat Tinggi (KKST) dan berjangka waktu pendidikan selama 2 (dua) tahun, yang sebelumnya berbentuk Kursus Dasar Sosial A (KDSA) yang didirikan tahun 1957 dan berjangka waktu pendidikan selama 1 (satu) tahun. Sampai dengan tahun 1970, STKS Muda. Pada tahun 1971 Program Pendidikan STKS ditingkatkan dengan dibukanya program sarjana (S1). Dengan adanya ketentuan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang dihapuskannya program sarjana muda, maka sejak tahun 1985 selain jenjang pendidikan S1, STKS juga menyelenggarakan program pendidikan jenjang Diploma III, kemudian jenjang pendidikan program Diploma IV dimulai sejak tahun akademik 1989/1990.

Sampai tahun 2009, jumlah lulusan STKS sebanyak 10.790 orang, terdiri atas lulusan program KDSA, KKST, Sarjana Muda, Diploma III, Sarjana (S1) dan Diploma IV, serta Pascasarjana (S2). Alumni STKS Bandung tersebar di berbagai instansi pemerintah, swasta maupun lembaga-lembaga internasional (UNHCR, UNICEF, UNDP, UNOCHA, dll.).

Pada tanggal 18 Januari 2001 status STKS sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan dikukuhkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 2001. Adapun Organisasi dan Tata Kerja STKS Bandung dikukuhkan dengan Keputusan Menteri Sosial RI Nomor: 24 PEG-HUK/2002, dan Peraturan menteri Sosial RI Nomor: 51/HUK/2006 tentang Statuta STKS Bandung.

Berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 005/BAN-PT/Ak-II/Dpl-IV/XII/2005 tanggal 8 Desember 2005, tentang Hasil dan Peringkat Akreditasi untuk STKS Bandung adalah “A”.

B. VISI DAN MISI
Visi

Pada tahun 2010 Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung sebagai Pusat Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknologi Pekerjaan Sosial.

Misi
1. Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Pekerjaan Sosial
2. Melakukan Penelitian Kesejahteraan Sosial
3. Menyelenggarakan dan meningkatkan pelayanan sosial melalui Pengabdian kepada Masyarakat
4. Menyelenggarakan kerjasama dalam dan luar negeri.

Cukup dulu yah informasinya, nanti kita sambung lagi.
Salam Semangat Selalu Pemuda Indonesia...
Sekian^^

NB: ada video Profil STKS, klik disini!!!
Selengkapnya...

Selasa, 19 Oktober 2010

Informasi Baru dari STKS Part 2

Lanjutan dari Informasi Baru dari STKS
Ada satu lagi, namanya LSP atau lembaga Sertifikasi Profesi, di sinilah teman-teman akan diuji kelayakannya untuk menjadi seorang pekerja sosial. Maka setelah lulus teman-teman semua akan mendapatkan dua sertifikat sekaligus, yang pertama dari STKS dan yang kedua dari hasil sertifikasi.


Setelah lulus itu, kita akan menjadi pekerja sosial yang hanya bergelar SST(Sarjana Sains Terapan) yang bersifat sangat general. Hal ini digeneralkan karena memang hanya ada 2 jurusan, Jurusan Pekerjaan Sosial dan Jurusan Kesejahteraan Sosial. Beberapa pertimbangan yang menyebabkan lulusan D IV hanya menjadi pekerja sosial generalis, karena 1. Ilmunya masih sangat tanggung, dalam artian masih sangat sedikit untuk menjadi seorang yang specialis; 2. Ilmu yang diperoleh di bangku D IV masih sangat terbatas dan belum khas pada satu konsentrasi tertentu; 3. Penempatan kerja pada saat lulus nanti tidak akan spesifik di tempat yang sesuai jurusannya, namun untuk jurusan yang general akan bisa beradaptasi di beberapa tempat kerja; 4. Materi yang diperoleh masih sangat dangkal.

Dalam merumuskan dan menyusun kurikulum tersebut itu menggunakan standar pada beberapa acuan peraturan tentang pekerjaan sosial. Dan semuanya itu ada di fotocopyan yang dibagikan kepada hadirin yang hadir, hanya dosen, mahasiswa hanya perwakilan kelas saja. Namun saya itu dapat juga, dan wakil dari kelas saya dapat juga. Sungguh beruntung saya ini.

Untuk angkatan 2009, tidak akan pernah merasakan yang namanya cepat lulus atau kurang dari 4 tahun. Harus 4 tahun. Dan bisa saja lebih. Sungguh kasihan. Kenapa begitu? Karena angkatan 2009 ini kesannya tergantung dan terasing. Kurikulum yang digunakan tidak sama dengan angkatan 2008 dan 2010. Jadi tertutup kemungkinan untuk mengambil ke atas dan mengambil mata kuliah yang tertinggal. Untuk yang tertinggal bisa saja, tetapi akan disesuaikan dengan mata kuliah yang mirip, bukan sama. Ini akan sangat membuat mahasiswa angkatan 2009, merasa terasing dan merasa gimanaaa.. gituuuu....

Untuk angkatan 2010, bisa lulus dalam jangka waktu 3,5 tahun, dengan syarat-syarat mereka harus memiliki IPK di atas 3,0. Dengan semboyan Lebih cepat lebih baik hehehehe mereka akan menjadi semangat dan menjadi lebih tekun lagi belajar dan mengeluarkan semua kemampuannya untuk menjadi yang terbaik.

Semoga Sukses STKS
Dan Salam Semangat Selalu
Selengkapnya...

Informasi Baru dari STKS

Bru saja, jam 09.00 tadi pagi, kami (Angkatan 2009 dan 2010) diundang oleh Lembaga (STKS) untuk mengikuti Sosialisasi Kurikulum 2009 untuk angkatan 2009 dan 2010. Di aula lantai 3 sosialisasi itu dilaksanakan. Dan dihadiri oleh pegawai STKS, Dosen, dan beberapa petinggi STKS, diantaranya Ketua STKS, Puket 1, dan Kepala BAAK yang duduk di depan, namun beberapa pejabat lain hanya duduk di bawah sebagai peserta.

Pada kesempatan pertama Pak Wawan, sapaan akrab untuk Ketua STKS, Wawan Heryana, menjelaskan bahwa sekarang status untuk STKS itu masih tetap Pendidikan Profesi Pekerjaan Sosial, bukan Akademik. Sehingga materi-materi yang diajarkan lebih bersifat praktisi, bukan keilmuan. Dalam pengaplikasian ilmu pekerjaan sosial bisa tepat guna dan bisa tepat sasaran. Dalam hal ini, harus sesuai dengan disiplin ilmu Pekerjaan Sosial.

Sesuai dengan keputusan yang baru, saya juga tidak tahu dari mana keputusan itu, mungkin saja saya tidak mendengarnya tadi, yang jelasnya menghasilkan dan meruntuhkan mosi dan issue yang berkembang dalam masyarakat kampus STKS bahwa, untuk angkatan 2009 dan seterusnya, akan menempuh pendidikan selama 5 tahun, termasuk sertifikasi. Hal ini jelas dibantah oleh pak Ketua STKS, dan menyatakan bahwa informasi resmi dari lembaga adalah sah, sehingga beliau dengan tegas menyatakan bahwa, pendidikan hanya ditempuh dalam kurun waktu VIII semester atau VII semester, dengan pertimbangan yang sangat logis.

Dalam kurikulum baru, penyusunan Karya Ilmiah Akhir itu, bisa diselesaikan dalam semester VII, karena memang sudah dilakukan dan diadakan penelitian-penelitian untuk anak 2010, dan 2009 tidak berlaku, karena tidak bisa mempercepat dengan mengambil ke atas.

Untuk sertifikasi, akan dilakukan oleh satu badan khusus dari Kementrian Sosial Republik Indonesia, namanya Badan Akreditasi Lembaga Pelayanan Kesejahteraan Sosial (BALPKS), kalau tidak salah, dan badan ini akan memberikan sertifikat sebagai seorang Pekerja Sosial yang sudah lulus di Lembaga Pendidikan Kesejahteraan Sosial.
Bersambung...

Selengkapnya...

Minggu, 10 Oktober 2010

Kongres Nasional FMKI



Kemarin 9 Oktober 2010, Saya, Alamsyah, Adhyatma, Andi Cipta Prawira Putra, dan Muh. Arief Setiawan, menghadiri Kongres Nasional Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia di Sekolah Tinggi Sandi Negara. Di STSN ada 16 PTK yang hadir yaitu STKS, STSN, STAN, STIS, AMG, STIP, ATK, MMTC, STPN, STP NUSA DUA, AKIP, STEM, STP, STTN, POLTEKKES DAN STTD. Masing-masing PTK seharusnya mengirimkan 3 orang peserta, namun ada juga yang lebih, termasuk STKS, dalam hal ini mengirimkan 5 orang.
Pada pertemuan kemarin diagendakan ada 4 rangkaian acara, yang pertama pembukaan, kemudian presentasi LPJ FMKI periode 2009-2010, Presentasi LPJ Olimpiade PTK, dan Pemilihan ketua FMKI baru periode 2010-2011.


Acara Pembukaan
Pada acara pembukaan ini, ada berapa rundown acara yang sebaiknya saya sampaikan supaya teman-teman semua tahu dan bisa membayangkan padatnya acara Kongres Nasional itu.

Susunannya itu:
1. Perkenalan PTK
2. Sambutan Ketua Senat STSN
3. Sambutan Ketua FMKI 2009-2010
Pada Sambutannya, Setyo menjelaskan bahwa FMKI itu merupakan Organisasi tertinggi di PTK. Jadi posisinya akan lebih tinggi dari BEM atau senat atau apapun itu yang menjadi organisasi di kampus masing-masing. Kedua, mengingat kita itu dibiayai oleh pemerintah, dan mendapat subsidi dari pemerintah, maka kita sebaiknya dan seharusnya berperan aktif dan mampu melahirkan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsa dan negara.
4. Sambutan Pimpinan STSN
Pada sambutannya, beliau menjelaskan tentang PP. No. 66 Tahun 2010, yang menjadi jawaban atas UU No. 9 Tahun 2010. Dan kita juga ditekankan untuk senantiasa menanggapi issue-issue strategis seperti peraturan-peraturan yang berkaitab dengan kedinasan, dan sebaiknya kita menggunakan FMKI sebagai wadahnya. Beliau juga membuka acaranya dengan resmi.
5. Istirahat dan dilanjutkan dengan LPJ FMKI

LPJ FMKI 2009-2010
Saat LPJ FMKI, Setyo melemparkan beberapa pernyataan kepada audience untuk ditanggapi dan memberikan usulan yang baiknya itu seperti apa. Berikut beberapa Issuenya:
1. Berkenaan dengan PTK EXPO dan OPTK
2. Pengusulan struktur organisasi FMKI
3. Menggunakan bagian Sosial dan Pengkajian Strategis
4. Lambang FMKI yang belum pasti dan belum ada filosofinya

Berbagai macam pertanyaan dan pernyataan muncul dari peserta
1. AMG
Dari AMG menanyakan tentang kejanggalan yang ada pada laporan keuangan yang dipaparkan oleh Bendahara FMKI, Martha, bahwa adanya anggaran sebesar Rp500.000,00,- yang tidak dijumlahkan dengan jumlah pemasukan yang akan dikurangkan dengan pengeluaran.
jawab: Martha, memberikan jawaban yang simple dengan meminta maaf bahwa di salah dalam memasukkan perhitungan. Dan sebenarnya masih ada lagi dana sumbangan yang masuk tetapi tidak jelas dari mana datangnya.

Berikut Foto Martha



Bersambung... dah ngantuk banget...


Selengkapnya...

Kamis, 07 Oktober 2010

Be A Volunteer of Social Work Part 3

Minggu ini sedang UTS, dan di kelasku, kelas 2C, kebetulan ada kuliah tambahan oleh ibu dosen tercinta Ibu Kormauli. Ibu Uli menjelaskan tentang anak jalan. Sangat tepat dengan keadaan sekarang yang situasinya saya sedang panas-panasnya untuk membahas dan mengobservasi, atau melihat sudut pandang lain tentang anak jalan, tentunya sebagai seorang calon Pekerja Sosial Profesional. Menurut beliau, anak jalanan itu dimana-mana berbeda, berbeda keadaan satu sama lain.

Anak jalanan yang di Medan dan di Jakarta akan sangat berbeda keadaannya, konon di Medan itu anak jalanan itu anak yang sekolah dan mengisi aktivitas setelah pulang sekolah dengan berjualan koran dan mengamen di jalanan. tetapi lain lagi halnya di Jakarta. Di Jakarta,anak jalanan yang Pure di jalanan. Anak yang sehari-harinya hidup di jalanan dan memang menggantungkan hidupnya di jalanan. Mereka bermain di jalanan, makan di jalanan, mencari uang di jalanan, tidur di jalanan, dan rumahnnya pun di jalanan. Maka mereka jadilah anak jalanan.



Lain lagi dengan kehidupan di Stasiun, masih menurut beliau, anak perempuan yang menjadi anak jalanan itu terkadang menjadi AYLA (Anak Yang di Lacurkan). Mereka menerima itu apa adanya karena ada apanya. Mereka melakukan itu setiap hari dan tanpa beban. Di gerbong kereta yang usang dan tua, mereka memanfaatka itu untuk melakukan hubungan suami istri. Ini merupakan cerita dari dosen saya.
Akibat dari mereka keseringan untuk melakukan hubungan seks, maka mereka akan menjadi kecanduan seks atau sex addict atau bahkan menjadi hiperseks. Mereka menjadikan seks sebagai kebutuhan mereka dan menjadikan seks sebagai alat pemenuhan kesenangan. Mereka melakukannya dengan teman-teman mereka, para mucikari mereka, atau bahkan orang yang tidak mereka kenal sebagai langganan, atau pemakai mereka.
Anak jalanan hidupnya hanya semata-mata untuk bisa bertahan hidup. Mereka hidup bertahan untuk tidak dibunuh, dan tidak membunuh, jika tidak terpaksa. Sungguh merupakan sebuah Perjuangan yang sangat berat untuk dihadapi untuk standar seorang anak jalanan. Mereka tidur beralaskan tanah, di emper toko yang dingin dan dan beratapka langit. Makanya jika mereka sering sekali bertanya tentang keberadaan Tuhan. Gimana Pekerja Sosial Menjawabnya...??
Selengkapnya...

Minggu, 03 Oktober 2010

Be A Volunteer of Social Work Part 2



Meja inilah yang menjadi saksi kami, saya, Mas Joe, Mba Ray, Mas Danang, Mas Dida, Kak Akbar, Teh Atun, dan Teh Intan, rapat dan membahas masalah volunteering for street children, menjadi sukarelawan untuk anak jalanan. Itulah rencana besar dari mimpi kami yang besar yang sebentar lagi akan menjadi kenyataan, yaitu Pekerja Sosial Profesional.

Pekerja Sosial Profesional seperti cita-cita kami ini sudah di pelupuk mata. Volunteering untuk anak jalanan ini merupakan langkah awal yang akan membawa sebuah masa depan yang saya yakini akan berdampak yang baik bagi kehidupan saya.
Langkah pertama yang akan Kami lakukan adalah mengassessment kebutuhan mereka sehingga kami mengetahui dan dapat menanganinya dengan tepat dan tidak salah sasaran dalam hal ini dalam memberikan intervensi. Hal yang pertama yang akan kami berikan yaitu berupa pendidikan yang mengorientasikan mereka bisa membaca dan bisa menulis. Hal ini sangat penting karena selain mereka menjadi anak-anak yang pintar, paling tidak mereka juga bisa menjadi anak-anak yang memiliki sebuah modal yang bisa di andalkan untuk masa depannya.
Setelah kami menyelesaikan tugas pertama kami ini maka kami akan segera melangkah untuk melanjutkan tahap selanjutnya yaitu pemulihan kembali dan akhirnya mereka tidak lagi berada di jalanan.
Semangat terus teman-temanku, dan selamat BERJUANG...!!
Selengkapnya...

STKS’s Facilities For Student



STKS—Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial—Bandung adalah kampus tercinta saya, kampus yang tidak pernah saya sangka, kalau saya akan kuliah di STKS ini. Kalau saya lihat Fasilitas di kampus saya ini sudah cukuplah, meskipun belum lengkap sebagai sebuah Perguruan Tinggi Kedinasan. Untuk fasilitas penunjang pembelajaran sudah ada laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, dan Laboratorium Peksos. Di dalam Laboratorium peksos ini ada beberapa unit, ada teater, ada ruangan karaoke, ada ruangan konseling, dan tersedia berbagai macam alat peraga peksos, ada alat peraga supaya kita merasakan jadi lansia, alat itu dibeli dari Jepang langsung lho, ada kursi roda ada berbgai macam film dan gambar-gambar tentang cacat dan sebagainya.

Untuk fasilits olahraga, STKS punya lapangan tennis yang bisa juga jadi lapangan futsal, dan lapangan basket yang bisa juga jadi lapangan volli dan lapangan tennis meja. Untuk lapangan tennis meja ini ada di kampus dan ada di Asrama Putra Induk STKS Bandung lantai 3. Di halaman Asrama Putra Induk STKS Bandung ada sebuah lapangan kecil yang dipakai untuk bulu tangkis dan takraw.
Beberapa Unik kegiatan mahasiwa atau UKM , yaitu UKM Bahasa Asing ada Bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Korea, dan Prancis, Insya Allah akan dikembangkan Bahasa Belanda tahun depan, UKM Boxer, Taekwondo, Karate, Pencak Silat, dan UKM Olahraga ada, Basket, Futsal, Bulutangkis, Volli, Tenis Meja dan UKM keagamaan ada KMM dan KMK. Dan mungkin ada UKM lain yang belum saya sebutkan. Ada BEM dan DPM juga sebagai organisasi induk kita.
Tahun Ini saya dan kementrian saya Kesejahteraan Mahasiswa di BEM sedang merancang sebuah Koperasi Mahasiswa yang sifatnya masih sederhana. Dan Mudah-Mudahan bisa selesai sampai bulan Desember 2010 nanti. Doakan ya!!
Sekian
Selengkapnya...

Jumat, 01 Oktober 2010

Belajar Tentang Peksos Itu Asyik

Kemarin dan hari ini saya belajar tentang Teknik pencatatan dalam Pekerjaan sosial dan Proses Intervensi dalam Pekerjaan Sosial. Semua mata kuliah itu awalnya saya tidak begit respect dan tidak tertarik dengan hal itu, namun karena terbiasa dan berusaha dibiasakan maka jadilah saya seperti ini, Mencintai Pekerjaan Sosial.
Awalnya saya tidak respect karena latar belakang saya dulu di SMA sebagai anak jurusan IPA, dan sekarang banting stir ke arah pekerjaan Sosial yang sama sekali tidak pernah terbayangkan olehku akan hal ini

Dalam proses Pekerjaan sosial hal hal seperi pertolongan, anak yang berkebutuhan khusus, tuna netra, dan sebagainya, itu merupakan sesuatu yang sangat biasa dan memang harus untuk disukai, karena segala sesuatu tidak bisa dikuasai kalo tidak disukai. Nah, makanya sekarang saya sudah mulai suka sama pekerjaan sosial ini. dan mudah mudahan saja sega sesuatunya bisa berjalan lancar, dan tetep istiqomah di pekrjaan sosial.
kematin pas belajar teknik Pencatatan itu saya sempat mengupload sebuah video, temen-temen lihat saja.



kerenkan belajar Pekerjaan Sosial...

ada lagi nih pas belajar Metode-Metode pekerjaan Sosial check it out

Selengkapnya...

Kamis, 30 September 2010

Bandung Air Show

Bandung Air Show, keren sekali, sebuah acara yang dilaksanakan untuk ulang tahun Bandung di Lapangan Udara Husein sastranegara. saya masih mau liat acara itu, karena seru sekali dan sangat menghibur. Orang-orang yang mungkin sangat senang melihat hal itu, apalagi dengan harga tiket yang cukup terjangkau yaitu Rp.7500, masyarakat kebanyakan sudah bisa melihat pesawat terbang, bahkan berfoto di samping pesawat. Saya sangat senang melihat situasi seperti itu. Sungguh suasana yang sangat membahagiakan.




Ini foto saya dengan pesawat-pesawat yang dipamerkan di situ, bersama dengan orang lain.
Selengkapnya...

Seminar Internet Sehat

kemarinn pas saya dan teman-teman, mas joko dan bambang sudrajat ke hotel preanger, buat ngikutin seminar internet sehat, saya tuh senang sekali bisa berkumpul dengan orang-orang hebat, para penulis penulis dunia maya, alias blogger yang sudah ssangat berpengalaman di bidangnya.
teman-teman semua, kalau acara kemarin itu disponsori sama Telkom, Speedy, Blog vaganza, Axioo, dan banyak lagi..

kalau teman-teman semua pengen ngeliat kegiatan acara itu, liat foto-fotonya Berikut ini

Mas joko dan bambang tugh, pas acaranya belum dimulai...
saya yang jepret..


dihibur sama tina toon
seruu kan...

pokoknya teman-teman blogger yang tidak hadir pasti nyesel...
nanti kalo ada acara gitu lagi maampir aja di blog ini, pasti dapat infonya ok guys...
Selengkapnya...

Selasa, 21 September 2010

Main Rubik Yuk...!!!



Hari ini (18/9) saya sudah bisa menyelesaikan 2 macam rubik, yaitu 3x3x3 dan 2x3x2—saya tidak tahu nama rubik ini. Ada pada gambar. Rubik ini memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, namun sama-sama asyik untuk dipelajari dan disusun hingga menjadi utuh dalam bentuk yang sempurna. Saya mempelajari rubik setelah melihat salah seorang teman yang membawa rubiknya kemana-mana, sambil mengumbar bahwa rubik itu sangat mudah. Padahal selama ini saya melihat rubik dan tidak pernah berhasil menyusunnya, karena menurut saya itu hanya permainan sepele yang tidak ada penyelesaiannya lagi—pemikiran orang-orang yang pesimis. Sekarang kata-kata itu tidak ada lagi—artinya sudah optimis—apapun jenis rubik akan saya pelajari bagaimanapun caranya. Saya banyak belajar dari video-video tutorial1, 2, dan 3 yang menyajikan cara-cara menyusun rubik ini.

Rubik ini banyak digunakan orang untuk mengasah otak. Orang-orang berlomba untuk menyelesaikannya dalam jangka waktu yang sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik. Sangat banyak macam-macam rubik, sekarang jumlah rubik yang sudah ditemukan (cari di internet). Dan yang beredar di Indonesia ada banyak macam. Lihat disini. Dari sekian banyak itu saya baru tahu 2 macam. Kasian, kasian, kasian. Bagaimana dengan Anda?
Untuk mempelajari satu macam rubik, biasanya menghabiskan waktu sampe 1 jam, dan untuk selanjutnya bisa menyusun sampai 15 menit—bahkan lebih cepat. Jika sudah menghafal rumusnya maka bisa sampai 3 menit—bahkan lebih cepat juga—karena itu akan membuat orang-orang akan semakin bangga dengan kemampuannya—dalam hal ini sebagai self promotion dan bukan sebagai suatu kesombongan.
Ada beberapa manfaat yang dapat saya ambil dari belajar rubik
1. Bisa menyelesaikan sesuatu dengan mengorbankan sesuatu yang lain
2. Segala sesuatu berkaitan dengan yang lainnya dalam hal yang sejenis
3. Meningkatkan kemampuan otak untuk tetap berpikir dengan jernih
4. Meningkatkan kemampuan menghafal rumus
5. Meningkatkan kemampuan untuk memecahkan masalah
6. Meningkatkan tingkat gengse tentunya
Teman-teman saya akan cenderung memandang berbeda terhadap orang yang bisa menyusun rubik dan berbeda juga dengan yang tidak bisa—saya rasa ini sangat subjektif. Namun itulah kenyataan pada teman-teman saya. Saya sarankan kepada teman-teman pembaca yang budiman, belajarlah bermain rubik, dan temukan keasyikannya.
Sekian


Selengkapnya...

Terima Kasih Telah Berkunjung Ke Blog Saya

"Magical Template" designed by Blogger Buster